26 Jun 2017
Layanan Mediasi
TENTANG BAPMI | PENDAPAT MENGIKAT | MEDIASI | ADJUDIKASI | ARBITRASE | MEDIATOR/ADJUDIKATOR/ARBITER | PERATURAN ACARA | KEGIATAN
Pendahuluan
Pendaftaran
Perjanjian Mediasi
Penunjukan Mediator
Perundingan
Hasil Mediasi
Pelaksanaan
Biaya
Alur Proses

 

FAQ
Berita
Artikel
Referensi
Glosarium
Simulasi Biaya
Biaya-biaya Arbitrase
Biaya-biaya Mediasi

 

Pendahuluan

Definisi
Mediasi BAPMI adalah cara penyelesaian masalah melalui perundingan di antara para pihak yang bersengketa dengan bantuan pihak ketiga yang imparsial dan independen - yang disebut Mediator. Mediator tidak memberikan keputusan atas masalah, ia hanya fasilitator pertemuan guna membantu masing-masing pihak memahami perspektif, posisi dan kepentingan pihak lain sehubungan dengan permasalahan yang tengah dihadapi dan bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya. Tujuan dari Mediasi adalah dicapainya perdamaian di antara para pihak yang bersengketa.

Kapan menggunakan Mediasi:
Mediasi dapat digunakan kapan saja pada setiap tahapan penyelesaian sengketa, yakni pada saat:

  1. setelah musyawarah mufakat mengalami kegagalan;
  2. ketika Arbiter Tunggal/ Majelis Arbitrase menawarkan upaya perdamaian pada sidang pertama;
  3. sebelum Hakim Pengadilan memulai sidang pemeriksaan perkara (sesuai Peraturan Mahkamah Agung No. 1/2008);
  4. selama roses Arbitrase/ persidangan selama belum dijatuhkan putusan.

Alasan memilih Mediasi BAPMI:
Ada beberapa alasan mengapa para pihak memilih Mediasi BAPMI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya:

  1. para pihak masih yakin akan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya berdasarkan kesepakatan win-win solution di antara mereka;
  2. para pihak masih ingin mempertahankan hubungan di saat ini maupun di masa mendatang;
  3. para pihak menginginkan solusi yang lebih mempertimbangkan kepentingan jangka panjang (interest based procedure/ approach) daripada benar-salah menurut hukum (right based procedure/ approach);
  4. para pihak ingin mendapatkan jaminan bahwa orang yang akan memfasilitasi perundingan (Mediator) benar-benar memahami pasar modal dan mempunyai keahlian bermediasi;
  5. para pihak ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih mudah, lebih cepat dan efisien;
  6. para pihak ingin menyelesaikan permasalahan melalui forum yang tertutup untuk umum;
  7. para Pihak ingin menghindari penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi.
Tautan | Perjanjian Pengguna | Komentar anda | Beritahukan Teman
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved