12 Dec 2017
MEDIATOR / ADJUDIKATOR / ARBITER
TENTANG BAPMI | PENDAPAT MENGIKAT | MEDIASI | ADJUDIKASI | ARBITRASE | MEDIATOR/ADJUDIKATOR/ARBITER | PERATURAN ACARA | KEGIATAN
Seleksi
Persyaratan
Pedoman Benturan Kepentingan
Daftar Mediator
Daftar Adjudikator
Daftar Arbiter
Kode Etik
Sidang Etik

 

FAQ
Berita
Artikel
Referensi
Glosarium
Simulasi Biaya
Biaya-biaya Arbitrase
Biaya-biaya Mediasi

 

Kode Etik

Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI terikat dengan Etika Perilaku (Code of Conduct) selama menyandang status sebagai Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI dan menjalankan tugas selaku Arbiter yang ditunjuk dalam suatu kasus tertentu. Etika Perilaku (Code of Conduct) bagi Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI adalah sebagai berikut:

1. Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI senantiasa:

  1. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi Negara Hukum Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
  2. bersikap jujur, profesional, objektif, hati-hati, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya;
  3. berorientasi kepada penegakan keadilan;
  4. menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup di dalam masyarakat, khususnya masyarakat Pasar Modal;
  5. bersikap independen dan tidak memihak;
  6. mengambil putusan berdasarkan ketentuan hukum, atau berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan (ex aequo et bono);
  7. bersikap sopan, tegas dan bijaksana dalam memimpin sidang, baik dalam ucapan maupun perbuatan;
  8. menjaga kewibawaan dan ketenteraman persidangan;
  9. menghormati hak para pihak untuk didengar keterangannya;
  10. menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diterima, diketahui, diperoleh dari atau sehubungan dengan pemeriksaan sengketa atau beda pendapat yang diselesaikan melalui Mediasi/ Adjudikasi/ Arbitrase di BAPMI;
  11. menghindarikan diri dari adanya Benturan Kepentingan *) pada saat melaksanakan tugasnya;
  12. berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan putusan dalam waktu yang telah disepakati atau ditentukan.

2. Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI senantiasa:

  1. menjaga kehormatan, martabat, nama baik dan reputasi rekan-rekan Mediator/ Adjudikator/ Arbiter lain, lembaga Mediasi/ Adjudikasi/ Arbitrase, dan BAPMI baik di dalam maupun di luar persidangan;
  2. memiliki kesadaran, kesetiaan dan penghargaan terhadap profesi Arbiter/ Mediator, lembaga Mediasi/ Adjudikasi/ Arbitrase dan BAPMI;
  3. menjaga dan memupuk hubungan kerja yang baik dan saling menghormati dengan sesama Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI dan Pengurus BAPMI, Pengawas BAPMI serta Dewan Kehormatan BAPMI.

3. Mediator/ Adjudikator/ Arbiter BAPMI tidak:

  1. melakukan perbuatan yang dapat merugikan atau bertentangan dengan kepentingan dan ketertiban umum;
  2. melakukan perbuatan yang dapat membuat cacat hukum pada putusan yang diambilnya;
  3. menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi atau golongan;
  4. menjalankan profesi atau pekerjaan yang bertentangan dengan harkat dan martabat seorang Mediator/ Adjudikator/ Arbiter;
  5. memangku sesuatu jabatan lain yang mengganggu kebebasan dan kemandiriannya di dalam menjalankan tugas sebagai Mediator/ Adjudikator/ Arbiter;
  6. menerima bantuan atau pemberian dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dimaksudkan atau diduga untuk atau dapat mempengaruhi putusannya;
  7. mencari publisitas dari sengketa atau beda pendapat yang ditanganinya.
Tautan | Perjanjian Pengguna | Komentar anda | Beritahukan Teman
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved