![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() ![]() ![]() |
17 Jan 2021 |
![]() |
Arbitrase |
![]() |
|
![]() |
Perjanjian Arbitrase Syarat terpenting untuk dapat mengajukan permohonan penyelesaian sengketa kepada Arbitrase BAPMI adalah adanya terlebih dahulu suatu Perjanjian Arbitrase antara para pihak yang bersengketa. Tanpa adanya Perjanjian Arbitrase maka persengketaan tidak dapat diajukan kepada BAPMI. Yang dimaksud dengan Perjanjian Arbitrase adalah kesepakatan tertulis para pihak bahwa persengketaan di antara para pihak akan diselesaikan melalui Arbitrase BAPMI. Perjanjian Arbitrase dapat dituangkan ke dalam bentuk:
Para pihak yang telah terikat dengan Perjanjian Arbitrase tidak mempunyai hak untuk mengajukan penyelesaian sengketa ke pengadilan negeri, dan dalam hal ini pun pengadilan negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dengan Perjanjian Arbitrase. Model Klausula Arbitrase: BAPMI merekomendasikan kepada para pihak yang bermaksud memilih cara penyelesaian Arbitrase BAPMI di dalam kontraknya menggunakan Klausula Arbitrase standar sebagai berikut: "Setiap sengketa yang timbul dari dan/ atau sehubungan dengan Perjanjian ini dan/ atau pelaksanaan Perjanjian ini, baik mengenai cidera janji maupun perbuatan melawan hukum, termasuk mengenai pengakhiran dan/ atau keabsahan perjanjian ini, akan diselesaikan dan diputus melalui Arbitrase BAPMI di Jakarta, dalam suatu Majelis Arbitrase yang beranggotakan 3 (tiga) Arbiter, berdasarkan Peraturan-peraturan BAPMI, dan Putusan Arbitrase tersebut bersifat final dan mengikat." Perjanjian Arbitrase setelah Timbul Sengketa:
|
![]() |
Tautan
| Perjanjian Pengguna | Komentar anda | Beritahukan Teman Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights
Reserved |