26 Jun 2017
Arbitrase
TENTANG BAPMI | PENDAPAT MENGIKAT | MEDIASI | ADJUDIKASI | ARBITRASE | MEDIATOR/ADJUDIKATOR/ARBITER | PERATURAN ACARA | KEGIATAN
Pendahuluan
Pendaftaran
Perjanjian Arbitrase
Penunjukan Arbiter
Pemeriksaan
Putusan
Pelaksanaan
Biaya
Alur Proses

 

FAQ
Berita
Artikel
Referensi
Glosarium
Simulasi Biaya
Biaya-biaya Arbitrase
Biaya-biaya Mediasi

 

Pendahuluan

Definisi:
Definisi "Arbitrase" termuat dalam Undang-undang Nomor 30 tahun 1999, pada Pasal 1 angka 1. Namun secara praktis, pengertian Arbitrase adalah cara penyelesaian sengketa dengan cara menyerahkan kewenangan kepada pihak ketiga yang netral dan independen - yang disebut Arbiter - untuk memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat pertama dan terakhir, dan putusannya tersebut bersifat final dan mengikat bagi para pihak, tidak dapat diajukan banding, kasasi atau peninjauan kembali.

Berdasarkan definisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa Arbitrase BAPMI pada hakekatnya mirip dengan Pengadilan, dan Arbiter dalam proses Arbitrase adalah mirip hakim pada proses litigasi, yang membedakannya adalah:

  1. Arbitrase merupakan pilihan dan kesepakatan para pihak yang bersengketa;
  2. proses Arbitrase baru dapat dilaksanakan setelah ada permohonan dari pihak yang bersengketa kepada BAPMI;
  3. para pihak berhak menentukan apakah Arbiter akan berjumlah satu (Arbiter Tunggal) atau lebih (Majelis Arbitrase);
  4. para pihak bebas menentukan tempat Arbitrase;
  5. para pihak berhak memilih Arbiter;
  6. Arbiter dipilih berdasarkan keahliannya;
  7. proses persidangan dilangsungkan menurut peraturan BAPMI;
  8. persidangan Arbitrase berlangsung tertutup untuk umum;
  9. putusan Arbitrase tidak mengenal preseden atau yurisprudensi;
  10. Arbiter dapat mengambil keputusan atas dasar keadilan dan kepatutan (ex aequo et bono), tidak semata-mata atas dasar ketentuan hukum;
  11. putusan Arbitrase tidak dapat diajukan banding;
  12. putusan Arbitrase tidak terbatasi oleh batas yurisdiksi negara.

Alasan memilih Arbitrase BAPMI:
Ada beberapa alasan mengapa para pihak yang bersengketa memilih Arbitrase BAPMI untuk menyelesaikan sengketanya:

  1. para pihak yang bersengketa sudah tidak dapat lagi melanjutkan perundingan;
  2. para pihak yang bersengketa menghendaki cara penyelesaian yang lebih mempertimbangkan benar-salah menurut hukum (right based procedure/ approach);
  3. para pihak yang bersengketa menginginkan putusan yang final dan mengikat, namun tidak ingin menempuh jalur litigasi karena akan memakan waktu yang lama dan biaya yang besar;
  4. para pihak yang bersengketa menghendaki cara yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih efisien;
  5. para pihak yang bersengketa ingin mendapatkan jaminan bahwa orang yang akan memberikan putusan atas sengketa (Arbiter) benar-benar memahami Pasar Modal dan mempunyai keahlian berArbitrase;
  6. para pihak yang bersengketa ingin menyelesaikan sengketa melalui forum yang tertutup untuk umum;
  7. para pihak yang bersengketa menghendaki praktek acara yang bersih;
  8. para pihak menghendaki putusan yang dapat dilaksanakan tanpa terkendala batas yurisdiksi hukum negara.
Tautan | Perjanjian Pengguna | Komentar anda | Beritahukan Teman
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved