22 Jan 2018
Berita
ABOUT BAPMI | BINDING OPINION | MEDIATION | ADJUDICATION | ARBITRATION | MEDIATOR/ADJUDICATOR/ARBITRATOR | RULES | EVENTS
FAQ
News
Articles
References
Glosarium
Cost Simulation

 

Berita

Jakarta, Investor Indonesia, 23 Juni 2003.

Ketua Umum Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN), Jonker Sihombing menyatakan pihaknya menyambut positif rencana Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) memasukan Himdasun dalam keanggotaan badan arbitrase di pasar modal ini.

Apalagi sejak dibentuknya Himdasun sudah ada kesepakatan tripartit bahwa setiap perselisihan yang di antara semua pihak terkait sebaiknya diselesaikan melalui upaya arbitrase pasar modal di Indonesia. "Jadi, kita sih oke saja dengan rencana tersebut," ujar Jonker Sihombing kepada Investor Indonesia di Jakarta, Minggu (22/6).

Menurut Jonker, kesempatan tripartit itu antara Himdasun, para anggota atau pedagang SUN, dan PT Bursa Efek Surabaya (BES). Sedangkan, saat ini BAPMI merupakan lembaga arbitrase yang mengatasi persengketaan di pasar modal di Indonesia. Jadi, kalau kita nantinya masuk dalam keanggotaan BAPMI, oke saja," tuturnya.

Namun dia menambahkan, pihaknya masih akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut dengan para anggota Himdasun. "kalau anggota menyetujui, baru kita laksanakan. Jadi, tergantung anggotanya," ujarnya.

Sebelumnya, BAPMI akan menggelar Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) untuk meminta persetujuan anggotanya mengenai dimungkinkannya Himdasun masuk dalam keanggotaan BAPMI. Pelaksanaan RUALB rencananya akan dilaksanakan bersamaan waktunya dengan Rapat Umum Anggota (RUA) tahunan 2003 pada 30 Juni mendatang.

Saat ini, BAPMI telah memiliki anggota 17 asosiasi di lingkup pasar modal, ditambah dengan empat Self Regulatory Organization (SRO), yaitu PT Bursa Efek Jakarta, (BEJ), PT BES, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

BAPMI sendiri secara intensif terus berupaya melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar, sesuai dengan keberadaannya sebagai lembaga alternatif penyelesaian sengketa atau perbedaan pedapat yang dapat memenuhi tuntutan pelaku pasar modal di Indonesia.

Sosialisasi kepada pelaku pasar terhadap keberadaan BAPMI tersebut dilakukan secara berkesimbungan. Bahkan beberapa waktu lalu, BAPMI juga telah melakukan upaya-upaya sosialisasi hingga ke daerah-daerah. Sosialisasi ini dilakukan baik kepada kalangan anggota bursa (AB) maupun emiten.

Sementara untuk tahun 2003, BAPMI tidak mematok target tertentu terhadap jumlah kasus perdata di pasar modal yang akan ditanganinya. Dalam memeriksa dan memutus sengketa yang timbul di antara para pihak melalui arbitrase, BAPMI akan memungut biaya dan imbalan untuk pendapat mengikat, APS (alternatif penyelesaian sengketa) atau arbitrase, yang terdiri atas biaya pendaftaran, biaya fasilitas atau prasarana pemeriksaan, imbalan jasa mediator atau arbiter, dan jasa pendapat ahli. (ita)

Kembali ke Index Berita

Links | User Agreement | Your Comment | Tell Friends
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved