18 Aug 2018
ARTIKEL
ABOUT BAPMI | BINDING OPINION | MEDIATION | ADJUDICATION | ARBITRATION | MEDIATOR/ADJUDICATOR/ARBITRATOR | RULES | EVENTS
FAQ
News
Articles
References
Glosarium
Cost Simulation

 

Artikel

Mengenal Arbitrase Pasar Modal

Tulisan ini juga dimuat pada harian Republika, Senin, 5 November 2007

SEBAGIAN kita mungkin masih awam mengenai arbitrase. Arbitrase adalah salah satu jenis alternatif penyelesaian sengketa di mana para pihak menyerahkan kewenangan kepada pihak yang netral, yang disebut arbitrase, untuk memberikan putusan. Arbitrase ini dibentuk karena adanya kesepakatan oleh seluruh pihak yang ada pada satu bisnis yangmemiliki mekanisme dan karakteristik tertentu, seperti industri pasar modal.

Banyak pelaku bisnis yang menyelesaikan sengketanya melalui jalur pengadilan ini karena  penyelesaian transaksi yang exstra cepat, mudah dan murah Bahkan Harris Interactive Survey, US Chamber Institutc of Legal Reform (April 2005) dalam risetnya tentang persepsi umum masyarakat Amerika Serikat mengenai arbitrase dan pengadilan menyimpulkan, 74% responden mengatakan arbitrase lebih cepat, 63% menyatakan lebih mudah, 51% bilang lebih murah, dan hanya 11% yang merasa tidak puas dengan kinerja arbitrase.

Walhasil di banyak negara penyelesaian sengketa bisnis melalui arbitrase menjadi forum yang banyak dipilih. Sejak berdiri 1991 hingga 2005, Singapore International Arbitration Center sudah menangani 879 sengketa dan 60% sengketa transnacional. Lalu Singapore Mediation Center sejak berdiri pada 1997 sampai April 2006 telah menangani lebih dari 1.000 sengketa dan 75% berhasil diselesaikan.
Keberhasilan penyelesaian sengketa bisnis itu trenyata berdampak pada penghematan anggaran pengadilan. Diperkirakan, lebih dari USD18 juta pertahun. Begitu pula pada sisi pihak yang bersengketa, bisa menghemat biaya rata-rata USD80.000 perkasus. Arbitrase mirip dengan hakim. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar, seperti (1) pengadilan bersifat terbuka untuk umum, arbitrase tidak, (2) mengajukan tuntutan ke pengadilan tidak membutuhkan persetujuan pihak lawan, tuntutan ke arbitrase harus didasari perjanjian arbitrase, (3) proses pengadilan formal dan kaku, arbitrase lebih fleksibel; (4) hakim pada umumnya general, arbiter dipilih atas dasar keahlian; (5) putusan pengadilan masih bisa diajukan banding kasasi dan PK, putusan arbitrase tidak; (6) hakim mengenal yurisprudensi, arbiter tidak; (7) hakim cenderung memutus perkara atas dasar ketentuan hukum, arbiter dapat pula memutuskan atas dasar keadilan dan kepatutan. Apabila putusan arbitrase tidak dilaksanakan pihak yang berkepentingan dapat meminta perintah eksekusi kepada ketua pengadilan negeri setempat. Dalam hal ini. Ke tua pengadilan negeri tidak diperkenankan memeriksa kembali pokok perkara.

Arbitrase di indonesia 
Soal praktik arbitrase, indonesia sebenarnya sudah mengenal penyelesaian di luar pengadilan ini sebagai Perang Dunia II, Kendati demikian, penyelesaian sengketa melalui jalur arbitrase ini jarang digunakan, Menurut Prof R Subekti dan Prof Asikin Kusumah Atmadja, jarang digunakan penyelesaian sengket bisnis dengan cara ini karena tidak adanya keyakinan serta manfatnya yang dirasakan masih kurang, Namun sejalan dengan kian tumbuhnya pemahaman masyarakat terhadap bisnis dan investasi penyelesaian sengketa bisnis melalui arbitrase makin  menjadi pilihan. Terlebih lagi bagi industri seperti pasar modal yang butuh kecepatan dalam menyelesaikan tiap sengketa bisnis, Atas dasar itu, pada Agustus 2002, pelaku pasar modal, dimotori Bapepam, BEJ, BES, KSEI, dan KPEI serta sejumlah asosiasi dan praktisis hukum sepakat lembaga arbitrase khusus pasar modal. Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) namanya.

Sebagai arbitrase kelembagaan di pasar modal yang di bentuk karena mekanisme dan karakteristik bisni di pasar modal, lembaga ini hanya menangani sengketa perdata sehubungan dengan kegiatan di bidang pasar modal dan hanya diminta para pihak yang bersengketa. Surat permintaan itu pun harus didasarkan kesepakatan tertulis para pihak bahwa sengketa akan diselesaikan melalui BAPMI Tanpa adanya kesepakatan itu, BAPMI tidak mempunyai kewenangan menyelesaikan sengketa dimaksud BAPMI tidak mempunyai menyelesaikan perkara yang masuk kedalam ruang lingkup pidana dan administrasi.
Hingga kini, BAPMI menyediakan tiga jenis penyelesaian sengketa, yaitu pendapat mengikat, mediasi, dan arbitrase. Pendapat mengikat adalah pendapat yang dikeluarkan BAPMI atas permintaan para pihak untuk memberikan penafsiran mengenai suatu ketentuan yang kurang jelas dalam perjanjian pendapat mengikat cocok untuk perselisihan yang berkenan dengan perbedaan penafsiran perjanjian.   Pendapat mengikat bersifat mengikat bagi para pihak yang memintanya. Oleh karena itu, setiap tindakan yang bertentangan dengan pendapat mengikat dianggap cedera janji
Mediasi adalah penyelesaian sengketa melalui perundingan dengan bantuan mediasi BAPMI yang dipilih para pihak itu sendiri. Mediator hanya bertindak sebagai fasilitator perundingan, tidak memberi putusan atas sengketa. Alasan menempuh upaya mediasi karena para pihak yang bersengketa tetap ingin memelihara kerja sama dan masih yakin dapat menyelesaikan secara baik-baik. Mereka hanya perlu kehadiran mediator untuk membantu dalam perundingan; Oleh karena itu, mediasi dianggap berhasil bila para pihak dapat mencapai perdamaian kesepakatan damai mediasi bersifat mengikat dan harus didaftarkan pada pengadilan negeri setempat. Karena itu, pihak yang tidak melaksanakan kesepakatan damai dianggap telah melakukan cedra janji.

Mediasi tidak selalu berhasil Ada kemungkinan buntu (deadlock) jika satu atau kedua belah pihak tidak bersedia melanjutkan perundingan. Apabila hal itu terjadi, para pihak dengan kesepakatan bersama dapat melanjutkan pada proses arbitrase BAPMI Arbitrase adalah penyelesaian sengketa dengan menyerahkan kewenagnan kepada arbiter BAPMI untuk memeriksa dan mengadili sengketa  pada tingkat pertama dan terakhir. Jenis penyelesaian sengketa yang ada dii BAPMI bisa dipilih para pihak disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik sengketa, dan harapan terhadap solusi akhir.

Alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan sebenarnya sangat memenuhi kebutuhan pelaku pasar modal yang menghendaki penyelesaian sengketa yang tidak berlarut-larut. Jadi jangan ragu untuk menyelesaiankan sengketa bisnis melalui BAPMI (tim bej).

Kembali ke Index Artikel

Links | User Agreement | Your Comment | Tell Friends
Copyright © 2006 - Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia - All Rights Reserved